Latest Entries »

Sebait Catatan

Malam Mu kian merengkuhku dalam hening

Sejenak membuat rasa membisu

Bolehkan aku bertanya Tuhan..

Bila air mata ini masih menitik, siapakah yang bahagia?

Bila hati ini masih bergundah, siapakah yang tertawa?


Sementara malam Mu hanya menghantar hening

Aku malu Tuhan

Kerongkonganku kian kerontang

Teriakan ku tertutup legamnya hati nan beku

Hatiku berontak, namun kataku terbang tertiup angin

Jiwaku hanyut terpaku fitnah durhaka

Bahagiakah kau disana?

Advertisements

Tegur Sapa Cinta

Tegur Sapa CintaLebam nan membiru terukir juga dalam rasaku
Mengetuk indahnya pintu mimpi
Langkah terhenti….
Terhunus pedang percaya menggores sembilu
Sakit…
Pahit….
Melukis dalam tata manis cinta

Terhentak nafasku tersambung
Membuka tegur sapa cinta darimu…
Kau luruskan kembali rasaku
Kau teguhkan kembali jalanku
Walau wajahmu tersembunyi dibalik tiraimu..

Mari berangkul tangan…
Jalan kita masih panjang…
Kebahagiaan pasti menjelang
Mengembalikan rasa yang tercabik cabik…
Doaku…doamu…segalanya yang terbaik
Insya Allah…

♥♥♥ Anna….

Bilakah Bertemu Titik

Bait bait pena menggumpal

Berisyarat hati berisik

Namaku tergenggam

Bagai pasir di telapak tangan

               Lepas pasrah tak menentu arah

               Mengingat seuntai fatamorgana

               Lemah lembut bergelayut

               Memasung hati melukis sejarah

Kini….

Lukisan itu tak bertuan

Tercabik cabik hina merana

Tercampak tak berharga

               Janji Mu disana ada sebuah cinta

               Manakah bisa kupenjara

               Membiarkan menari nari di padang sunyi

               Tersenyum disetiap titik air mata

               Berpeluk hangat mendekap cinta

Jalanku terhampar di negri orang

Jauh terkasih

Jauh tersayang

Nyanyi rindu mengalun sepanjang jalan

Menyusup semangat berjuang

Tuhan……

Inikah jalan Mu ?

Buih buih keringat tetskan setiap doa ku

Dari awal aku berniat

Aku bahagia, kau bahagia, kita semua bahagia

Cinta Kita

Waktu telah bergulir

Menyambut berjuta cerita

Besar hatimu memeluk beku

Meniup gelora pusara cinta

               Bila waktu telah tiba

               Saat Tuhan telah bersurat

               Menjerat niat

               Menyunting nikmat

               Inikah anugrah…??

Saat diam berbalik muka

Ada setitik hitam menggores sejarah

Bukan mauku

Dinding hancur memecah mimpi

Memaksa bercerai pisah

Dari sebuah masa indah

               Kini hangatmu memecah beku

               Yang hampir sewindu dikurung rindu

               Tuhan……

               Benarkah ini dari Mu ?

Ruang Cinta Untukmu

Bila mata berlirikan

Bila hati berdebaran

Bila bibir bersenyuman

Indah nian dalam bingkai kejujura

               Diri yang telah tersesat

               Dalam hatimu yang kian tertambat

               Akankah kau sambut

               Dalam gerbang hati terbuka

Membiarkan segala rasa

Tumbuh menyembul menghapus luka

Luka lama yang kita rasa

               Tentang setia

               Yang pernah membawa kita berduka

               Lupakanlah

               Ijinkan aku membungkusmu dalam ruang cinta

Aku bukan wanita biasa #2

sekali separuh jiwaku pergi….

sekali sayap yang hampir mengembang patah…..

bukan setiaku yang enggan hinggap

separuh jiwaku terbagi lagi…

sayap yang mengangkat terbang terhampar di ruang dusta…

merayap menari menggurat serat hati

aku bukan penikmat derita

namun Tuhan selalu memanja..

tak rela melepasku pergi jauh dariNya….

…Sebait syair yang kau rajut semalam…

Hilang terhempas hujan di beranda….

Lirih hati bergeming mesra…

Melukis sayat sayat gulana…..

Kenapa kau diam……???

Adakah lidahmu terkunci kejujuran gumpalan kata….???

Atau hasratmu meronta ingin membalut luka…..??

Sayang….aku bukan pengemis jalang….

Yang mudah kau tampar terbang….

Akan aku tunjukan…

Bersama takbir alam….

Aku punya cinta….

Yang tak kan pernah kau isap dari setiap wanita….

Karena aku bukan wanita biasa……

Embun pagi menyapa

Berbalut kasih secercah harap

Bertabur doa merajut cinta

Tapak langkah pasti mengurai niat niat hati

Titik air mata mengucap salam

Melambai pilu pisah sesaat

Inilah awal…….

Merajut Doa dan Cinta

Demi yang terkasih

Demi yang terbaik

Demi menyambung nafas nafas kehidupan yang kian pelik

Dan tetap akan berlanjut……..

Relationships

Relationships of all kinds are like sand hold in your hand.

Held loosely, with an open hand, the sand wiil remain where it is.

The minute you close your hand and squeeze tightly to hold on, the sand trickles through your fingers.

You may hold in to some of it, but most will be spilled.

A relationship is like that.

Held loosely, with respect and freedom, for the other person, it is likely to remain intact.

But hold too tightly, too possesively and the relatinship slip away and is lost…..

 

         Hubungan itu bagaikan pasir dalam genggaman….

         Bila kita pegang dengan tangan terbuka maka akan tetap disana

         Pada saat kita mengeratkan genggaman, pasir itu akan berjatuhan

         Mungkin kita bisa menggenggamnya sedikit tapi akan lebih banyak yang terjatuh

         Itulah hubungan “relationship”

         Bila kita memberinya kebebasan dan penghargaan

         Maka hubungn itu akan tetap ada

         Tapi apabila kita terlalu mengekangnya

          Maka hubungan itu bisa terlepas atau bahkan hilang